Kisah

Asmara Berlumur Jelaga


Oleh:  Ani C.

Binar matanya adalah nyala polos yang terpendar dari nurani sang perawan. Dengan mengusung asa menggunung, Anita menjejakkan langkah ke Kota Kembang. Bunda terkasih tak luput menaburkan doa tuk putri terkasih. Sang perawan berambut riak gelombang telah dikukuhkan dengan atribut mahasiswa arsitektur perguruan tinggi terkemuka di kota berhawa sejuk.

“Benarkah aku calon arsitek?” Perawan terbalut kulit coklat memikat, layaknya wanita Indonesia ini tak yakin dengan yang kini menghampir. Perawan semampai ini melenggang bak air mengalir menuju telaga, menuntaskan tiap mata kuliah. Lubuk hatinya bergelimang was-was akan hasil menimba ilmunya. Tiap helaan nafasnya, dihembuskan berbaur dengan ketakutan mendua hati untuk berbagi, sekalipun dengan lawan jenis.

Berpacu dengan sang mentari yang tiap fajar memuncratkan sinarnya. Bersaing dengan sang bulan yang tiap malam manja tersenyum. Anita mulai mencoba membuka celah dinding hati. Perawan semester tujuh ini rela menyambangi fatamorgana yang bergelayut pada reruntuhan keping tubuhnya, ketika carut-marut berjubel bertandang, ketika kebugaran jiwanya berada di ambang batas karena harus merampungkan tugas-tugas yang menggunung. Tiba-tiba, gemercik ocehan teman karibnya membuyarkan konsentrasi.

“Nit, dari tadi Sansan melotot terus ke kamu, kayaknya gimana gitu”, Yesi teman dekat Anita menggoda.

“Dia punya mata Non, lagi pula tidak ada undang-undang yang melarang seseorang untuk melempar pandang kepada siapapun”, Anita menangkis godaan.

Momen nunggu dosen matematika, tadi siang itu, terus berproses di kepalanya.

“Benarkah dia terus menatapku? Terus, mengapa aku jadi memikirkan dia? Harusnya aku tidak boleh larut dalam ketidakpastian ini. Sadarlah Nit, ini hanya bayang-bayang maya yang entahlah, apakah dapat mewujud.” Angannya mengembara meliuk girang tetapi  kadang ditepis dengan ketakyakinan.

*************************

Pukul 6.20, mentari telah memendarkan sinar emas nan hangat. Anita dengan balutan baju bernuansa ungu berbunga, siap meluncur ke kampus yang berjarak 300 meter dari kontrakkannya. Ia pilih jalan kaki menerobos jalan kampus ketimbang menggunakan jasa angkutan kota. Sebenarnya, bukan memburu jadwal kuliah pukul 7.00, alasan ketergesahannya menuju tempat kuliah. Tapi, ada harapan lain yang berlumur teka-teki. “Siapa tahu Sansan juga telah ….” Perawan berwajah kemayu ini berharap dapat bersua dengan teman sekelasnya yang berkulit putih itu. Tuhan maha pemurah. Harapan perawan yang cenderung pendiam ini tak sia-sia. Dosen matematika yang bertubuh tambun dengan tinggi di bawah rata-rata itu pun belum terlihat batang hidungnya. Kawan-kawan kuliah Anita baru satu dua saja yang sadar tak mau didahului kehadirannya oleh dosen pengajar.

“Hai, sendirian? Mana Yesi?” Sapa pura-pura meluncur dari pemilik kumis tipis, dan segera mengembangkan bahagia di singasana terdalam Sang perawan. Anita sebenarnya ingin menatap lelaki berperawakan sedang itu, setidaknya mencuri pandang “Si kumis”, demikian Yesi memanggil Sansan, sayang Anita tak punya nyali untuk itu. Degup jantungnya bertalu seakan siap meledakkan rongga dada. Bibirnya tak mampu berucap.

Sosok yang selalu mengingatkan Anita akan gelagat lelaki yang kini di sampingnya, terlihat menuju kerumunan. Tak seperti biasanya, Yesi tak mendekati Anita. Sepertinya dia tanggap akan suasana yang baru terbangun dengan indah. Hingga pulang kuliah, Yesi memilih memisahkan diri. Anita tentu sangat mendukung apa yang diputuskan Yesi. Sansan segera menangkap peluang emas yang terhampar di depan mata. Mereka melangkah beriringan menuju indekost  Anita.

******************************

Rasa itu bertengger indah tanpa paksaan. Berkembang menjelma serupa butiran nan penuh warna. Melekat, menghias taman hati yang senyap. “Jatuh hatikah ia padaku? Dan jatuh hatikah aku padanya?” Tanya itu kerap muncul dalam alunan indah nyanyian asmara. Senyum simpul sarat makna tertata bak ukiran di bibir sensualnya. Anita terseret derasnya arus yang dialirkan Sansan. Terjebak dalam rajutan dengan bingkai kasih sayang.

Bagi Anita, Sansan adalah pengisi jiwa yang penuh ruang kosong. Pemberi nyawa bagi aliran darah yang telah terkulai tanpa daya. Penyuplai bahagia tiada tara. Tak berlebih bila sang perawan mengharap hikayat cintanya bermuara di pelaminan.

Rupanya, harapan perawan dengan senyum menawan itu tak seiring dengan takdir yang telah kokoh terpahat. Hingga tiba akhir studi, Sansan tak juga memastikan arah petualangan asmara mereka. Barangkali Anita telah lelah menjelajah laut asmara yang tak berkesudahan. Ia harus menjejakkan wahana baru yang memang perlu ditapaki. Sang perawan menutup catatan hariannya yang dipenuhi puisi-puisi magis bersama Sansan. “Maafkan aku, di ujung jalan ini sebaiknya kita mendayung dengan bahtera yang terpisah. Temukanlah pelabuhan baru. Kita arungi samudra yang penuh guliran ombak ini hingga ujung berikutnya. Tapi, nuansa kau dan aku terlalu lekat untuk menguap begitu saja, terlalu berharga untuk tak dikenang”, gejolak jiwa Anita berujar.

******************************

Rajutan kisah kasih yang teramat indah itu meluncur dari tutur wanita yang telah menanggalkan masa remajanya. Teman kerja sekaligus karib setia adalah sosok yang selalu dan selalu menempatkan diri menjadi penyimak yang baik. Dua sahabat yang sama-sama menyandang profesi bergengsi itu kerap memanfaatkan waktu luangnya tuk berbincang ria. Dua arsitek yang diakui mempunyai kemampuan jempolan oleh rekan kerja yang lainnya itu, nampak begitu lengket dalam jerat persahabatan. Anita dan Firda, dua sahabat tak terpisahkan itu.

“Tak salah kan, bila aku menyimpan cerita seperti itu?’ Sang arsitek cantik mengakhiri cerita.  “Nit, ceritamu romantis banget. Aku gak nyangka, dibalik kesuksesanmu ternyata kau dulu gadis remaja yang juga menimbun dilema cinta. Aku kira kau gak pernah jatuh cinta.” Kedua sahabat yang tergabung dalam Komunitas Arsitek itu terlibat obrolan nostalgia yang sekali-kali diselingi derai tawa.

Firda adalah teman dekat Anita yang telah terjalin selama dua puluh tahun. Bisa dibilang kalau Firda merupakan pengganti Yesi bagi Anita. Ya, Yesi yang selalu berusaha merekatkan Anita dengan Sansan ketika kuliah dulu. Kini, Firda hadir sebagai tempat curhat masalah yang datang silih berganti menyambangi Anita. Termasuk membeberkan kisahnya dengan Sansan. Demikian juga Anita, siap kapan saja untuk menampung uneg-uneg yang menggerogoti ketenangan Firda.

Desas-desus kedua sahabat ini terjadi di loby kantor mereka ketika jam istirahat tiba. Cuap-cuap Anita diawali dari sesuatu yang menggetarkan gelombang nadinya. Peristiwa itu terjadi pada hari kemarin ketika Anita ditugaskan oleh kantornya untuk mengikuti pertemuan Komunitas Arsitek Jawa Barat.

“Fir, aku hampir tak percaya kalau aku masih bernyawa, dengan apa yang terlihat di hadapanku.”  Anita berapi-api dengan nada keheranan mencurahkan apa yang menimpanya kemarin.

“Situ nemu kambing berkaki sepuluh kali ya? Kok sampai terheran-heran begitu”, Firda menimpali sahabatnya dengan santai.

“Biasanya kau jadi pendengar yang baik, tidak banyak komentar”, Anita menimpali agak cemberut. Firda pun akhirnya serius menyimak cerita sahabatnya itu.

“Kemarin, sewaktu aku datang ke pertemuan di Bandung, aku ketemu dengan seseorang yang sudah 20 tahun tak pernah jumpa, bayangkan dua puluh tahun, Fir!”

“Pasti dia istimewa bagimu kan?” Firda menebak-nebak, tapi tepat sasaran. Anita mengangguk memberikan isyarat kalau tebakan Firda memang tidak meleset.

“Sewaktu acara berlangsung, pikirku mengembara ke masa lalu. Ada hal terindah yang pernah terjadi diantara kami. Tapi, dengan tidak mengurangi kepercayaanku padamu, aku tak mau mengungkapkan hal ini”, Anita bertutur dengan malu-malu. Firda tersenyum kecut dan berhasrat melempar komentar.

“Nit, apa Kau dan dia merajut hubungan yang terlalu jauh?” Firda berpikir sinis menanggapi gerak-gerik sahabatnya.

“Fir, maksudmu ….” Anita sedikit membelalakkan bola matanya.

“Buang jauh-jauh yang sedang terproses di kepalamu itu. Aku salah satu kaum Hawa yang masih menjunjung tinggi pentingnya nilai keperawanan sebelum mahligai pernikahan itu menghampir.” Raut muka manis Anita sedikit menegang. Tentu saja Firda merasa bersalah dengan apa yang baru saja meletup dari bibirnya.

“Nit, sorry. Aku tidak bermaksud merendahkanmu. Aku salah, maaf yah?” Firda menghampir di punggung Anita, dan segera mengeratkan pelukannya hingga senyum tanda “memaafkan” mengembang di raut ayu Anita.

“Teruskan dong ceritanya, nggak enak banget menggantung. Belum selesai kan?” Selang beberapa saat kemudian, temperatur obrolan pun normal kembali.

“Beres acara dia ngajak aku makan. Rasanya kami masih mahasiswa seperti saat asmara kami terpaut.”

“Terus?” Firda menyeret kursi duduknya hingga merapat ke kursi Anita.

“Perpisahan dua puluh tahun itu tak membekas sedikit pun. Sepertinya kami baru terpisah, ya… mungkin dua bulan saja. Tak pernah ada kata berpisah diantara kami. Aku yang meninggalkan dia, Fir.” Arsitek yang belum dikaruniahi anak dari perkawinannya itu terpuruk dalam kesedihan yang teramat dalam.

“Kalau Kau terpaut asmara padanya, lalu kenapa dia Kau tinggalkan?” Firda terheran-heran dengan keterangan karibnya.

“Kisahnya sangat panjang dan terlalu rumit untuk aku paparkan padamu. Maaf ya Fir, ada sesuatu yang sulit aku ungkapkan kepada siapa pun.”

“Ya sudah aku tak akan memaksamu. Terus waktu lagi makan ada cerita apa?” Firda mengurai senyum kepada sahabatnya, dan senyum itu laksana obat penenang bagi Anita untuk merangkaikan puing-puing kisahnya..

“Kok rasa itu muncul lagi. Dia masih tampan seperti dulu, suara tawanya masih renyah seperti dulu. Ada debaran yang menggeliat di dadaku. Gila gak sih aku, Fir? ” Anita menatap Firda dengan sorot mata memelas.

“Gak, kamu waras kok, itu normal-normal saja. Berarti, cinta lama itu bersemi kembali. Kamu nggak salah, rasa cinta itu datang dengan sendirinya tanpa kamu harapkan, iya kan? ” Firda meyakinkan sahabatnya.

Anita pun melanjutkan pagutan asmaranya bersama Sansan ketika di bangku kuliah dulu.

47 pemikiran pada “Kisah

  1. Liiiiiiss, pragat durung bangun omahe jeh Nok? Ikih web e bokat kenang gempa, oyeg kabeh… bokat sue2 mah pada blesaaar ..trus bubaaar hehehe.. wis aja sue2 gah mikiri Ariel e. Ko gah kapa wis manjing penjara mah, sampeyan masih bisa niliki karo gawa kembang mawar abang kaya sing digawa bocah2 ABG ning tayanganTV kah hahahaha ko dianter karo si Om jeh….Dipikir2 mah si Om gah mirip2 kaya Ariel kanah. Ya wis ganti bae Ariel e karo si Om, beda tipis lah….paling bedae kapa si Om kapa due proyek kuh bli sok hasil hik..hik..hik.. wis ga ah qt e pengen autis maning…

    • aja mengkonon lah bu ghaista…isin sirah kita diwarai kayak ariel. padahal kita kuh emong dipada-pada aken karo wong sejen, mending dadi diri dewek bae wis keangelan…apamaning kien wis ngangel aken wong sejen.

      eh bu ghaista…winginane kita nembek tlp deweke. durung pragat jech bangun saung bambue. kue lantaran kayu olih nyolong sing alas loyang haurgeulis kah, pada kenyut ke gawa banjir kali arepan umaeh ha ha ha ha….

      tobat bu…nembek nongol maning, wis marian tah gawe kuitansie…. hik hik hik

      • waduuuh si Om kaya Ariel….Ariel e kaya apa ya…..wis gah laka padane pokoke mah…..iya qt sih ngupai dukungan moril bae karo Ariel….siapapun dia…..(cieeee…..) zetia qt seeeh…

        Bangor si Om kuh maling2ane umahe pinggir kali dadi ngadang kentiran bae yaa…..

        durung pragat bu nunk…..arep nyumbang pring tah….tapi emong baka nda2k mbedol sing alun2 mah…..

  2. Iya tah Om fb lg diblokir kuh. Pantes bae jeh qt buka fb laka batur2 nongol hik..hik..hik.. Jadi qt kuh balik maning bae meng web kien. Ya karuan bae sih bagen bli diladeni gah ari mai komentar neng web kien mah bisa nyekikik dewek hehehehe….. Berarti qt geh masih setia ya Bos Tambang hahahaha….

    Lg pada demo tah batur2 kuh.. soale iki neng pendopo lg repot maning duwe tamu wong demo. Kien bae qt nembe pragat tes didemo batur2 seruangan gara SPJ e bli kelar2 hahaha…
    Ko gah kayae qt kuh ndeleng Ibu Guru Biasa di Luar lg nggiring murid2e. Ya embuh apa lg melu2an demo apa lg jalan2 hehehe.. Mendi kanah ya Ibu Guyuu, biasane paling ‘nyamber’ kapa ana batur sing mai komentar kah, kien melu2an mingslep. Sing pada nongol malah wong anyar jeh hehehe…. Halooow Gun..piye kabare? masih inget blih neng reang, masih kontak2an blih jeh karo Hersi ?
    Nggo Tonex karo Eti moga cepet sembuh ya ? Nggo batur2 kabeh moga pada sehat semua n akeh rizkie. Amiiin.

    Liiis, sukiki ana acara blih ? Meng ‘Gorbacek’ yu gah ?
    Si Om mah dadakan bae dipai werue. Kaen mah kupinge tajem, ko gah temu ngintil dewek hik..hik..hik..

    Caah ari mai komentar aja blangsak2 gah, qt e ngudag2e pegel kiih…

    • Ora tegel karo Bu Nunk kuh…..lagi padet kiniih agendae sampe juni…..nretel kaya tabuh bedug…..untunge masih ana bengi lan tanggal abang……dadi bisa rada liren bari lempoh kadang bli kiyeng ngwiyak2 web gah……

      Jam pira sih Bu Nunk…..? ikah bangkir banjiran balike dadi macet..wis lagi bengi balik sing bandung lewat cipularang jare dwek mah samber gelis ….malah kejebak macet ning sukamandi rong jaam tobaat……
      Iya wingi ning disdik bdg ana sing demo UN, qt sing pada rapat sampe telat konsumsie kuh ketahan ning sor….
      Aduuh lagi gojag gajig Im-Bdg bae kinih Bu….ngurusi rapel gaji guru lan tunj…..pada takon bae…..

      • Ya wis lah Bu Guyuu tahlilane diundur bae sampe sampeyane bli lg repot maning. Laaah melas temen kunuh ya gaji rapel karo tunjangane durung cair2 bae. Ari reang mah terus terang bae wis entok senget minggu2 wingi, tinggal mbuang ampase bae neng septitank hahahaha…

        Ikaah Santi e dadi ketagihan takon bae kapan jeh bagi2 maning berkat tahlilane hehehehe…

        Ibu Ratu Bogor kah mendi ya? Biyaaang tes wareg nyanyi2 neng undangane Camat Arkadi laka aban2 ne maning. Aja2 emong kalah jeh karo Ratu Junti, lg solot latihan karaoke nggo lomba tujuh belasan hik..hik..hik…hik…

        Oooom ikah ditunggu Ibu Bendahara jeh kapan arep ngadep meng Juragan Banyue …

        • alhamdulillaah Bu Nunk….mau presentasie wis beres tnggal tunggu hasil……lega rasane….
          Santi karo si Om kuh lagi sabtu wingi ntas pada bakar2an entog jeh ….ngajak2 kanah….qtae lagi ribed dadi bli meluaan….
          tgl 1 juni arep LKS meng cerbon kinih Bu Nunk…..lah temenan nretel kuh…..kaya lawas y bli ketemu……masih angger tah Bu….
          Oom minggu2 kien qt meng mbandung kaya2e mah……lagi nawu taah…?

        • wah lagi sabtu kuh, bu bendahara wis meng umah. trus kitae wis garep nganggo sepatu. eh pas ditelepon, bos banyue lagi niliki anak buah-e sing kecelakaan neng jatibarang. Trus dina senin-e masih neng bandung, dadi ya durung sempet mampir lah.
          tapi bos admin, tolong gah telp akeng meng bos banyu maning, bisa blih janjian dina sabtu sokiki….
          @ tobattt…. ya bu guyu ari dolanan kuh adoh pisan. melas bu murid-muride kelangan kabeh kah.
          @eh bu nunk, sebenere dina sabtu kuh, bu guyu tak undang meng umah, tapi bli gelem. padahal bu bendaraha mata-e wis brebelan kepedesen mangan rumbah krupuk….hua ha hu hah…sampe entok banyu atis pitung gelas. untuk ledeng sing bos banyu lancar dadi bli kekurangan banyu jech ha ha ha ha

          • Laah si Om kuh ya….nyambi beli,bekerja sambil main apa main karo bekerja y….(mending ndi kuh)….klalen tah…qt kan biasa di luar…..ya Om muride qt sampe ana sing mungkes….ngomonge kuh ; ‘putus jeh karo bu lilis’…..he he he…..

            Waduh Miss bendahara kuh kon meled bae ning pinggir bak mandi kah……mari kogah pedese……nyonganan bli kira2….weruh be2kan ceplik dipuluk bae…….meng pindang gombyange kapan Om…?
            Bu Nunk…..waras tah Bu….?

          • waduhhhhh rupane mah rada angel sabtu kien mah bu guyu…kitae ana rapat besar seluruh perwakilan republika karo kantor pusat sampe dina minggu.
            trus warahaken neng bu bendahara….kayae batal konon sabtu kien meng bos banyue. bengi kien bae wis persiapan kanggo rapat sokiki….puyeng jech. dadi maap10x ya…

            • lha….sira pribe sih Om…kita dikongkon ngubungi juragan banyu janjian ketemu dina sabtu, si Om malah ana rapat besar…dadi sabtu kien bli bisa kinih om..?
              lamun weruh mengkenen mah Wingi waktu kita ning bandung lewat arepane kantore si Om kudue disrawat bari wijil duren….
              Bisa ketemuan karo juragan banyue kapan jeh om????

  3. Maap ya batur2, kapa qt nulis neng web, kabeh gah isi e kuh guyonan, aja diseriusi. Apamaning kapa nyinggung pihak ketelu, yah itung2 intermezo bae lah, dadi aja ana sing tersinggung ya? Masalah crita ‘demenan bli klakon’ sebenere mah cuma rekayasa bae, amber rame jeh web e…. Sekali maning qt njaluk maape kerna qt pribadi gah bli ngrasa duwe ‘demenan bli klakon’ he..he..he..he..

    • priben sih bu ghaitsa kih…. kan wis ana aturan ne dewek…. trus sapa sing nyewot kuh bu ghaitsa? kinoy bari dewi junti tah? hehehehe… baka kuwen mah kita bli meluan ah hahahahahaha…

      • ….semakin kumencintaimu semakin kuharus melepasmu dari hidupku…..tak ingin lukai hatimu lebih dari ini….kita takkan mungkin trus bersama….maafkan aku yang harus melepasmu walau ku tak ingin …….

        ….i will let you go……(drive getooo)

        wis aja pada jogreg bae……bu Nunk….ikah tgl abang maning awal april…..Oooom….priben arep mendi maniing…..

      • garep lirien dikit gah bu guru biasa diluar, awake masih pada pegel kabeh. sabtu karo minggu wingi sing puncak, garep mampir meng bogor blenakan, bokal pada geger maning…. ya wis gah reange trus balik maning meng bandung.

        neng bandung, kerjaan wis numpuk, unggggggaaaaaaaaal begi rapat bae…bli pragat-pragat gawe program kuh. akibat komputer layout mledug, jusss…. ya wis mandeg kerjae hehehehehe…

        lagi ana neng endi bu? kita insya allah balik jumat bengei, melu tah?

        • Yaaas…Sapa sing arepan geger baka ayas dolan meng Bogor kuh ?..geer bae sirah.. Nangapa beli sida mampir ? weruh bae ya baka arep tek suguhi basuan kuh… Dolan meng ani gah beli ya ? Padahal parek pisan kunuh sing puncak. Ya wis, maning2 mah mampir bae ya yas, Paling2 geger setitiklah, ana dai rong umat mampir meng bogor jeh. .

          • hahahaha….ya wis engko maning garep mampir lah, bokat bae dolan maning meng curug…. hik hik hik.. tapi curuge bli digusur pejabat bogor sing lagi getol2 nutupi villa ilegal khan????…

            • aja mengkonon neng cayang….engko baka kita langsung dolan dewekan. ana sing protes trus nyewot-nyewot….hik hik hik…….

              ya kita sing ngantisipasi omongane bu ghaista…. embuh kita mah bli ngerti, kok bu ghaista wedi kenang apa maning ya…. atau berarti deweke emang ana ser – ser – ser gedubrak, kelelep neng curug nyungcep kwak kwak kwak…..

        • iya an…dasar wartawan…kakeen ngomonge bae…deweke mah..sok…sokan jd wong sing ngetrend….pdhal…sapa sih sing arep geger2…pdhl…mah arep mampir kuh eman jeh nganggo ongkose….he…..he….nah loh…keweruan modal;e……!!!!!!!

          • Seeeetuuujuuuu…Et, emang si Om mah uwonge mengkonon. Arep apa bae gah itung2ane jlimet. Akeh pertimbangan lan perhitungane. Kaya wong daganganlah, ilmu cinae dienggo. Lamon bisa maning bli modalan untunge grembel… hik..hik..hik…

            Ati2 gah Diah, si Om kapa wis ngomong ana caayang2 e kuh ana mau e he..he..he.. Sapa sing wedi jeh Om, qt mah bli wedi neng sapa2. Wis lah Om, masa lalu kuh aja diungkit2 maning. Bokat akeh sing terluka. Runyam urusane. Masa lalu hanya bisa dikenang tapi tidak untuk dipermasalahkan. Bener blih ?
            Dadi sekien ngomong sing enak2 bae. Kepribe, arep meluan meng IGLO blih?

            • ya melu lahhhh…masa garep ditinggal aken, bli kaci lah. tapi ikuh bu guru biasa diluar-e diwaraih dikit..kongkon minggat bae kah, apa sih meluan seminar-seminaran kedik?

              wis lah meng perdut bae baka bli neng karangsong kah ada pindang gombyang, enak pisan….

            • Ya wis bubaran loka karya bae tah ….sampe jam 1an (paling mulur sejaman hi…3x) langsung dtonggoni neng SMKN 2 Im ….weruh ora….baka acc qt e dipai weruh…..

            • siapppppp lah, engko kita sing ngangkute ya, garep nyewa angkot dikit, sing penting ana komandoe eh komandane

            • waah…bener pisan kunuh. Beli sida mampir meng bogor soale mikir2 jeh ongkos bari mangan ning dalan luwih gede dibanding suguhane..ha.ha.ha. ooom… wis dijukut durung cek angpau ning bendahara besatu kuh. aja maning tuku cincin anyar nganggo nununk, curug ngumpete gah ketuku jeh nganggo angpau kuen kuh… nunk kita mah wis pasang jimat nganggo nangkal rayuan si oom kuh. Ngomong cayang pirang2 gah ora mempan. emang ana kepengene kunuh, pengen dijak meng paniis ciremai jeh, adus2an ning kana. melu tah oom, engko kapan2 tek undang yaaaa…kemping ning kana. mempan.

    • mlesat ga ah……Ariiiiellll oh Ariiiieeell …..lagi gawe album anyar euuuy…..ana lague sing munie….’let I b hero’……..

      tek tonggoni sue bli nongol2 album anyare kuuuh….emmmh a cool maan….
      wis gah laka sing madani….pokoke mah ARiiiiiiel….

  4. Dadi critane sekien Bos tambang lg alih propesi dadi TKI tah hik..hik..hik.. biyaaang mentang2 kerjae wis Arab-an ya lg solot wirid bae. Agi ngwiridi sapa kunuh, Bos? Aja2 lg ngwiridi sing bli klakon tah amber demen maning jeh hek…hek..hek.. Awas gah ati2 aja kesasar meng Gang 8, bisa cilaka keeeh….

    Qt kuh nemen2 meluan meng Gunung Bunder, sebenere mah kanah penasaran pengen ndeleng wujude ‘Raja Tempekong’ kayang apa. Tp sing ditunggu2 e wis mabur dikit meng Arab. Coba lamon meluan kah, weruh sejarahe ana crita Dewi Nawang Wulan mabur sing Gang 8, turun neng Gunung Bunder, adus2an neng Curug Ngumpet, balik2 endase migren gara2 keilangan ‘Cincin Wasiat Nenek Moyang’ dadi bli bisa mabur maning. Akhire balike nggo mobil Kinoy. Gulu pada kaku bli bisa nylinguk kaya robot, bokong kapalen, sikil semuten bli bisa ngecak. Pengen nggo balsem karo kayu putih wis ntok dikit nggo kerokan karo Lis agi nembe teka neng umahe Diah, arep ngeleg obat wis entok dikit pujar dipuluki bae kenang Ayas. Ana paramex, oskadon sp, antangin, bodrex…embuh kanah Si Om doyan pisan neng obat, apa dikira permen bokat mah ya..?

    Tp semono gah ya kesuwun pisan neng Diah cs. sing wis berkorban nemen2 nggo nyulap para manula dadi ABG sedina. Hasile ya qt2 dadi seneng, fresh pikir lan ati. Sepisan maning suwun ya Diah, nggo sekabehe lan oleh2e he..he..he..
    Moga rejekie dilipatgandakan sing Gusti Allah Maha Agung. Amiiin…

    Nok Eti, jaluk maape ya, agi sampeyan tlp ping pirang2 kah, qt e lg pejet reflexi dilanjut kumkum neng banyu aromaterapi ala spa ceile..he..he..he.. Critane migrene kumat maning gara2 mikiri si Jaka Tarub bener2 bli duwe perasaan. Masa agi neng Curug Ngumpet kah, qt e pura2 arep kepleset neng watu2, pengene qt gagian ditampani konon, karo tangane qt dipeki kah …eeh kien mah malah ditinggal mlayu…trus anjrem neng banyu karepe dewek. Ari pikir qt mumpung kesempatan lg loroan, ya pengen ora kangenan karo sing bli klakon kaya neng film2 India kah…umpet2an karo muter2 ning sor wiwitan he..he..he..Ya wis kien mah wis kadung lara ati qt e gah bli garep nyapa2 maning. Pokoke mah qt arep bli wawuan karo si Jaka Tarub. Kapa ketemu kah arep tek tutupi karo tampah…

    Ya wis semene bae ya, qt e arep kerja maning. Akeh sing arep diteken keeh…salaaaam.

    • Wah wah wah …..ternyata…..menjero alias mendalam…..xoak xoak xoak…..enak bu nu2ng seeh langsung pijet reflexi n lain2….qt mah cuman sedina neng umah….mlesat maning meng lembang…..wis gah rapel keneeh…sgala2e..

      eh jaka tarube kuuh icin dadi turuban sarung….emang wis ngaton tah bu nu2ng jaka tarube waktu semono kuuh …mmh ternyata dewi nawang wulan sakti dewekan ….qt2an kuh bli katon bu….syueerrr

    • mengkonon tah…critae….mangka ne minslep e sue pisan…ya wis gah….sing…gawe…ngenes ning ati..aza diinget maning….ngingete…sing enak2ke bae….amber aran migren kah mabur….meng awang2….engkoma baka lunga adoh2 kuh aza klambih sing digawa akeh kuh…..arene gah wis manula jd tas e di isi obat2tan …angel ya an baka ngundang….wong wis pd udzur kuh….keluhane akeh pisan ….wis ya dewi nawang wulan aza ngenes ya? engko ana acara maning sing luwih seru….jare e mah disponsori ning boss tambang……..

  5. nembek tekan sing kampung halaman, tas jalan-jalan meng sedulur-sedulu, ya vegel. mata masih rapet pisan…apa maning kien wis garep bedug jumatan…ya wis gah kongaw-kongawe dilanjut ko bengi bae… baka matae wis dadi bulan purnama…alias melotot…

  6. Aduuh pada vegel awaxe …..krasa kabeh ncoke….kumat…..kepriben kineeh bu kukaang, etiiiii, bu (mh mhmh…) naWang wulan…….mangkaneeng suxi2 packing maniing mangkat meng lembaang……OOmmmm balik durung..?

    • adate liz, arene gah wis udzur…..jadi ora adoh sing arene encoq lan semaceme…..ora bisa dibohongi,,,,tapi kelakuan qita2 mah masih pitulasan tahun……ya digawa heppy bae he….he….he….
      bener bli bu nawang wulan?…..sing pasti pada seneng baunget jeh batur2 bisa kumpul..

      • Lis, engko maning2 mah, baka kumpulan kuh, sekalian tukang urute di gawa gah, ambir balik kuh awake pada seger. Aja klalen balseme yaa… (eeh…kuen mah wis digawa dewi nawang wulan ya…).
        Sing penting mah, masih bisa mesem, bisa cengengesan, bisa gemuyu ngakak. Kuen kuh tandane wong sehat jeh.
        Semoga…….pada waras terus yaa….amiiin.

        • aduh, melas pisan …dewi nawang wulan kah lagi kena migren jeh…priwen an,liz apa perlu ditengoki bli kih….amber glis waras…oleh2 kaya e mah aza buah sing macem2 cukup gawa kang jaka tarub……ha …hi….he……..siiiiiip lah

          • Setuju pisan Et. Yu gah bareng2 niliki. Obat apa bae gah ora bakalan mempan, buah sing paling enak sedunya gah krasae sepet jeh Et, Liz. Sing penting kuh….ha..hi..he..
            Nawang Wulan, sing sabar ya Nok, tahan dikit migrene ya. Engko jare Ety arep digawakaken jeh… Semoga gelis waras ya.

          • Dasar jaka tarube bangor kunuh…..sing dijukut ora mung selendange bae tapi sekemben-kembene kedik jeh, dadie dewi nawang wulan, ora muni bli bisa mabur bae.. mentas sing kolame gah dadi blibisa, pantes dadi klangra kuh..
            wis sing sabar bae ya dewi nawang wulan…mengko gah kemben karo slendange dibalekaken jeh….mugane ari adus ning kolam kuh sedurunge njebur lingak-linguk dikit sih….

    • Ko dikit gah, sing diarani nawang wulan kuh sapa Lis ?, baka wong Junti mah sing protes ning bunderan HI pertama kita dikit gah, soale dudu apa2 Lis, sing arane desa junti kuh langka jeh sing arane danau kuh, anae gah kedokan genae wong angon bebek kah ?, wis joraken amber migrene mari dadi lara loro2ane.

      Bu Kukang, pribe acara slametane ?, blisida tah ?, Nok Eti pribe kabare waras tah ?, Nok Wartawan masih angger tah ?, Apuk sira rajin nulis ning fb, tapi blisokat ngupai komentar ning blog dewek ?????.

      Maaf ya batur sekabehe…, kitae lagi wirid bae dadi jarang ngupai komentar ning blog, Nok Aan aja di geguyu ya.

      • aduuh mendi bae kang? sampean bobad bae jare e tgl 13 kah arep teka…..kang kinoy,om wartawan,bos admin,apuk,liz,dewi nawang wulan,ani sing adoh2 pd nongol….pokok e sbg gantie traktir qita2 ning glayem……setuju bli batur2 ?????

        • Traktir sih Gampang Et, kitae kih lagi mengkenen sirah, dadie angel, engko ya Et, balik sing Arab bae ya, maaf bae jech Et, dudu kitae sengaja beli pengen ketemu, tapi jagate lagi udan bae akeh gledeg dadie ya sementara mingslep dikit lah, sepisan maning batur2 sekabehe njaluk di maafaken ya.

          • Bos ati-ati gah ning arab kuh jagate ya pada bae karo ning kene jeh akeh gledek nyamber-nyamber….ari kita mah bisae melu dedonga bae semoga slamet lan lancar sing penting balik sing kana kuh aja klalen utang bubure karo iwak bakar glayeme…batur-batur wis bli sabar ngarep-ngarepe jeh..

          • Ayo sira….bos tambang mBlenger….dadi sapa sing akeh alesan kuuh….

            Bobad kunuh wirid apa lagi nGgiling lemah gawe ampo….ho ho ho…..wah ketinggalan masa2 ‘guminjal’ mindo keneeh….rugi bli teka meng gunung mBundeerr…weruh bli bu gaisha kuh ntas nyemplung ning curug ngumpet kurang luwih 1/2 jam an lah eeh mentas2 nlungsumi dadi sang dewi nawang wulan….mengkonon jeh critane kuuh….kaah sampe migren kesuwen slu2pe….

      • aeh-aeh ngina kunuh ning wong junti ya. Ana kedokan kanggo angon bebek segala. Ari kedokan kuh kanggo ngebak bos. Ikuh wong mengkelaken kita kunuh.. Wis mah ora teka ngumpul2 ning gedung bunder (eh salah, gunung bunder). Bisae ngina bae ning batur. Awas baka ketemu ………………. durung ilok ditonjok ning preman tah???????????????? Kita kuh bengen preman Junti. Bli weruh tah???

        Toli mangkat ning Arab kuh ning Indonesiae wis kentokan tambang tah bos???????????????? Ya wis los baka ning Arab mah tambangaen bae pasir ya?????

        Priwen saran Nunung kuh, yen kudu nraktir mangan2 ning glayem??? Awas baka bli setuju.

  7. ha-ha-ha 1000x. Lis ikuh cerpen berarti fiktif. beneran????????? Ya ampyun…………… kita kuh kelalen ya due batur sekontrakan. Lis ampun ya aja mbongkar rahasia. Isiiiiiinnnnnnn. Wis ya aja dibahas maning. aja diubung-ubungaken karo masa lalu. Jare sapa kita mendua. Kita mah istri paling setia di dunia Lis. Kecuali kepepet pet-pet-pet. Pokoke mah Lis kita kuh sekien mah sok nulis. Ya dadi apa bae tek tulis. Ya kadang-kadang nyrempet2 pengalaman pribadi. Hi-hi-hi…..
    Ya Pa Admin, kuen kuh kisah demenan ning pawon, dadi raine ireng kabeh kena areng jelaga, He-he-he………………………
    Engko ya tek kirim cerpen maning. Masih akeh.

    • Ya wis cep azal dibalangi tauco cianjur ndas macan dikit….wikikik…qt mau ntasbalik sing disdik ngliwati UPI ….dadi kelingan crita kuen…..met berkarya alus atuh lah….

    • Xa xa xa….An kyakya tokoh ‘arjuna’ na na beneran anak tehnik ya….klo g salah mah sampeyan kuh sok ledek2an karo nCi….kamer qt kan berse eh iring2n ….aplus …jempol pa2t ngacung kabeh keeh …..Kang Tapiip Ani tlah mendua n CLBK an….seep deh….

Silahkan tinggalkan komen anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s